free webpage hit counter
Events

Pilkada Serentak 9 Desember 2015, Pemilih Cerdas Tidak Pilih Partai Terkorup

Pilkada Serentak 9 Desember 2015

Artikel Pilihan

Pemerintah dan DPR sepakat bahwa besok tanggal 09 Desember 2015, diadakan pilkada serentak di 269 daerah terdiri dari 9 provinsi dan 260 kota/kabupaten dimana akan menentukan kepada daerah.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie mengimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015 dengan baik. Menurut beliau, setiap pemilih berhak memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya dan diharapkan tidak salah pemimpin.

Berdasarkan index korupsi yg dirilis oleh ICW periode 2002-2014 (www.antikorupsi.org), Partai terkorup adalah Partai dari PDIP, disusul Golkar dan Demokrat.

grafik partai terkorup persentase partai terkorup grafik jumlah partai terlibat korupsi
Bagi anda yang sudah mengetahui data tersebut, alangkah baiknya kita memilih pemimpin yang tidak diusung dari partai terkorup tersebut. Indonesia sudah diakui dunia bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terkorup di dunia. Dan jangan sampai kita salah pilih pemimpin dari partai yang mengatas namakan rakyat namun busuk di belakang dan suka korupsi.

Tahukah anda bahwa partai terkorup jarang diekspos dan digembor-gemborkan oleh media dan partai yang jarang korupsi digembar-gembor habis oleh media dan membuat opini seakan partai tersebut yang paling korup. Partai terkorup tidak pernah dibedah oleh media karena disinyalir tidak netral dan mendukung partai korup tersebut.

Media sering membuat menayangkan informasi yang tidak relevan dan cenderung tidak netral. Padahal media memiliki fungsi yang sangat mulia dan agung untuk mengawasi jalannya sistem pemerintahan. Jika memang anda benci sekali sama korupsi, coba berpikir cerdas dan tidak terpengaruh sama media. Gunakan akal sehat anda dan logika anda, mengapa kita harus memilih calon dari partai yang minim korupsi. Jangan mudah terpengaruh sama media dan isu yang tidak jelas yang belum tentu benar.

Selain itu, hindari juga Serangan Fajar yang dianggap sangat kotor, menggunakan uang untuk membeli suara rakyat dan memaksa rakyat untuk memilih pasangan calon tersebut. Ajaklah masyarakat untuk tidak memilih partai terkorup dan itu merupakabsalah satu cara kita meminilisir kecurangan terjadi di Indonesia.

Pesan singkat dari Tim Izmirazi.Com :

“Jika calon pemimpin menggunakan uang untuk memilih mereka, maka sudah dipastikan bahwa mereka hanya mengejar kekayaan dan jabatan dan tidak mementingkan rakyat.”

“Pilihlah pasangan yang dari partai yang tidak terkorup, sebagai langkah awal untuk mencegah korupsi terjadi di Indonesia”

Pilkada Serentak 9 Desember 2015

Selamat mengikuti Pilkada 2015 dan awasi jalannya pilkada tersebut.

Bagaimana Pendapatmu ?
W3.CSS

Berita Trending Pilihan

Loading...

About the author

izmirazi

Leave a Comment

>