free webpage hit counter
Miscellaneous

Pelajaran Yang Bisa Diambil Dari Peristiwa AirAsia QZ8051

Pelajaran Yang Bisa Diambil Dari Peristiwa AirAsia QZ8051

Artikel Pilihan

Pelajaran Yang Bisa Diambil Dari Peristiwa AirAsia QZ8051 .

Setelah kejadian kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang mengenaskan pada akhir tahun 2014 kemarin yang menewaskan seluruh penumpang dan awak yang berjumlah lebih dari 138 orang, ada hikmah yang dapat bisa kita petik dan renungkan atas kejadian ini. Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa kecelakaan ini :

1. Respon yang tanggap dan cepat

Setelah beberapa jam AirAsia QZ8501 dinyatakan hilang, maka secara cepat dan tanggap CEO AirAsia langsung menyatakan empatinya di Twitter dan latar logo AirAsia langsung berubah menjadi abu-abu sebagai simbol rasa duka dan kehilangan.

2. Menyatakan Minta Maaf Secara Arif Dan Professional

AirAsia telah memiliki brand yang terkenal dan tidak sepatutnya untuk menyalahkan pihak lain karena akan menghilangkan reputasi dan kepercayaan konsumen. Dengan menyatakan sikap secara legowo dengan meminta maaf, merupakan cara professional yang ingin didengarkan konsumen . Melalui media sosial, CEO AirAsia dan Air Asia juga meminta maaf dan menyatakan rasa belasungkawanya yang mendalam.

3. Memberikan informasi yang selalu up to date.

Melalui media sosialnya, AirAsia akan terus memberikan informasi tentang status pencarian korban. Selain itu, Call Center juga siap melayani keluarga korban.

4. Responsibility

AirAsia menyediakan fasilitas bagi keluarga korban yang berasal dari luar kota Surabaya dan fasilitas lainnya sebagai rasa bentuk responsibility sebagai  salah satu perusahaan penerbangan kelas dunia.

5. Langsung turun ke lapangan untuk hadapi keluarga korban.

Tony Fernandes langsung turun menghadapi keluarga korban setelah mendengar kejadian hilangya pesawat AirAsia QZ8501 dan menghimpun informasi dan menjenguk keluarga korban. Selain itu, rasa duka juga diwujudkan tidak hanya menjenguk keluarga korban, namun kepada keluarga pramugari yang juga menjadi korban.

Menurut Tony, kejadian ini bukan masalah perusahaan, namun masalah bagi pribadinya. Dengan adanya peran pemimpin inilah, yang dibutuhkan agar brand dari perusahaan lebih manusiawi di mata konsumen. Dalam menghadapi krisis, tidak ada yang sempurna. Namun, dibutuhkan selalu perbaikan dan berusaha semaksimal mungkin agar pelayanan semakin berkualitas dan juga menunjukkan kualitas jiwa dari perusahaan tersebut.

Bagaimana Pendapatmu ?
W3.CSS

Berita Trending Pilihan

Loading...

About the author

izmirazi

Leave a Comment

>