free webpage hit counter
Miscellaneous

Heboh di Sosial Media, Pengunjung Selfie Rusak Taman Bunga Amarylis Yogyakarta.

taman bunga amarylis

Artikel Pilihan

Taman bunga Amarylis yang terletak di jalan Jogja- Wonosari Dusun ngasem ayu, Desa Salam, Kecamatan Pathuk, Gunungkidul, Yogyakarta tiba-tiba menjadi terkenal di sosial media karena kaki usil pengunjung yang selfie di taman bunga tersebut. Bukan malahnya datang dan menjaga agar bunga tetap tumbuh, malah banyak tanaman bunga rusak karena ulah pengunjung yang datang.

Sebelumnya taman bunga ini cantik berwarna oranye, terhampar luas di pekarangan rumah Bapak Sukadi. Taman bunga ini menjadi terkenal lantaran ada orang yang mengunggahnya ke sosial media. Memang tak dipungkiri, kekuatan media sosial dalam menyebarkan berita memang cepat dan menjadi luas. Dan akhirnya membuat ribuan orang mengunjungi taman bunga yang terletak kaki Gunung Kidul tersebut.

taman bunga amarylis

Datangnya pengunjung bukan malah menjaga taman malah merusaknya. Banyak pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Mereka berfoto selfie ria sambil injak tanaman. Ada yang congkel bunga, duduk di bunga yang sedang tumbu dan bahkan ada yang sambil berbaring. Padahal bunga-bungai itu sedang mekar setahun sekali. Ketika mekar mereka akan bertahan selama ± 10 hari saja.

selfie taman bunga amarylisPengamat media sosial, Andin Rahmana, mengatakan bahwa fenomena orang yang tiba-tiba berbondong-bondong mendatangi kebun bunga lily itu lantaran masih banyaknya orang yang mudah takjub dan heboh akan suatu hal yang baru. Dengan budaya “update”, mereka seakan tak mau ketinggalan dan turut ambil bagian dari apa yang saat ini sedang populer.

Dengan rusaknya taman bunga Amarylis, membuat para netizen geram.

taman bunga menjadi rusak

Seperti yang ditulis widiyuta Cintantya di akun official Wonderful Jogja, “Memprihatinkan, orang lebih peduli mendapat foto yang bagus daripada melihat alam yang bagus. Ingin kesana hanya untuk pamer difoto bahwa pernah kesana dan tidak menikmati keindahannya.“
Akun Paidjo_sumitro mengatakan, “ Apa motivasi kalian mencari sensasi dengan merusak alam? Prihatin dengan cewek kekinian.”
“Kui kembang dudu kasur, nek rep turu neng ngomahmu kono (itu bunga bukan kasur, kalau mau tidur di rumahmu sana) #SaveAmaryllis,” kicau akun bernama @ImunkYakuyaya

taman bunga amarylis

Pemilik taman bunga Amarylis, Bapak Sukadi tidak menyalahkan siapapun yang datang ke kebunnya. Namun beliau berharap ada sedikit kepedulian dan kesadaran para pengunjung untuk tidak usil dan merusak taman bunga. Dan juga untuk perawatan, pengunjung dipersilahkan dengan sukarela untuk membantu biaya perawatan dengan cara meletakkan kotak sukarela di depan pintu masuk. Namun pengunjung sok cuek dan tanpa dosa datang ke kebun bunga untuk merusak.

taman bunga amarylis2

Tahun 2006 beliau mulai membudidayakan bunga Amaryllis atau lebih akrab mereka sebut sebagai Brambang Procot, hingga lambat laun perluasan area tumbuh memenuhi tegalan di depan rumahnya dan saat musim berbunga yang hanya setahun sekali ini mencapai puncaknya hari Selasa lalu yang kemudian terunggah ke media sosial dengan visual luar biasa mempesona dan bisa ditebak efeknya.

Bapak Sukadi berencana mengembangkan kebunnya menjadi salah satu destinasi wisata Gunungkidul yang memang sedang jadi primadona. Dan semoga Bapak Sukardi dapat mewujudkan mimpinya. Aamiin…

Bagaimana Pendapatmu ?
W3.CSS

Berita Trending Pilihan

Loading...

About the author

izmirazi

Leave a Comment

>